Kamis, 16 April 2009

Sent from my mobile phone

Yep,thats right.Postingan ini aku kirim lewat hpku,stelah kemarin
terpikir untuk dapat post dr hp,dan ternyata blogspot mendukung,well
thx to blogspot 4this feature.. Hola

Sabtu, 21 Maret 2009

DARI ENAK JADI GA ENAK

Ga terasa ya waktu kira-kira satu setengah bulan telah terlewati. Satu setengah bulan lamanya pa2 menjalani radiasi atas penyakit kanker nasofaring yg dideritanya. Satu setengah bulan aq dan 2 adek di rumah tanpa orang tua. Satu setengah bulan pula aq menjalani hari2 manis dan menyenangkan bersama Mr. Berry tanpa gangguan ortu.

Sebelum radiasi itu dijalani, kukira satu setengah bulan akan terasa lama karena semenjak pa2 dinyatakan positif mengidap kanker nasofaring, ortu sering bolak - balik berobat Solo - Jogja dan sering juga pa2 menjalani sisa pengobatan di Ngawi, tempat Mbah dan Budeku tinggal, tapi paling lama cuma beberapa minggu, ga sampe hitungan bulan.

Ternyata setelah dijalani, waktu satu setengah bulan sangatlah singkat cepat serasa cuma 1 hari saja. Rasanya seperti baru kemarin aq dan Mr. Berry melakukan "ritual" bersama. Sepulang dari warnet qta makan siang bareng, truz klo ga ada acara mau ke mana - mana qta langsung balik ke rumahku. Klo udah sore baru Mr. Berry pulang ke rumahnya. Selama dia main ke rumahku, banyak kegiatanku sehari - hari yg ditemani dia. Masak nasi, masak air, mencuci baju, menyapu, ditemani dia. Sangat menyenangkan rasanya melakukan hal2 seperti itu ditemani orang tersayang, sambil mengobrol, bercanda, tertawa, kadang juga sebel - sebelan, seru !! Rasanya ga capek dan ga kesepian dan aq ga merasa sendirian.

Tapi setelah pa2 selesai radiasi, otomatis ma2 balik Jogja lagi dan "ritual"ku bersama Mr. Berry juga otomatis berhenti :-< Sedih.... Sekarang pulang ke rumah hampa, sepi, tegang, takut.... :-< Menunggu waktu berapa lama lagi aq akan merasakan hal2 menyenangkan bersama dia....

Jumat, 20 Maret 2009

TAK ADA KATA TERIMA KASIH TERUCAP

Hari Sabtu minggu lalu aq dan Mr. Berry nengok pa2 ke Solo, walau cuma sebentar tapi aq pengennya ortu mau menerima dan menanggapi dengan antusias. Aq ga butuh sambutan yg heboh berlebihan tapi aq juga ga pengen kedatanganku bersama Mr. Berry cuma dianggap "...yah sudah seharusnya kalian nengok orang tua apalagi yg lagi sakit keras seperti pa2...". Qta bawain oleh2 susu bubuk buat pa2 yg cuma mampu makan bubur dan minum susu, dengan harapan mereka merespons dengan senang hati dan menghargai niat qta, tapi wajah dan tanggapan mereka biasa2 saja, tidak tampak senang atau antusias. Begitu juga dengan jeruk manis yg kami bawa, mereka menerima dengan hampa. Sungguh menyebalkan !!! Seulas senyum pun tidak tampak di wajah mereka. Sungguh menyakitkan. Apalagi ucapan "Terima Kasih", sepertinya cuma khayalanku saja mengharap mereka mengatakannya.

Klo cuma aq saja yg diperlakukan seperti itu aq masih bisa memendam, dalam artian tidak protes atau tidak perlu menceritakan hal tersebut ke orang lain. Tapi klo Mr. Berry juga diperlakukan seperti itu, sakit sekali rasanya. Mereka tidak merespons teman anaknya dengan baik. Kenapa kata "Terima Kasih" begitu pelit mereka lontarkan kepada anaknya dan teman baik anaknya, dalam hal ini Mr. Berry yg bertahun - tahun lamanya menemani aq jadi sobat terbaik dan akan jadi calon suamiku ??

Ortu tidak sekalipun mengucap kata "Terima Kasih" karena telah repot2 membawa oleh2 yg dibutuhkan pa2. Salah satu dari mereka juga tidak mengucap "Terima Kasih" kepada Mr. Berry karena telah berupaya meluangkan waktu untuk mengunjungi ortuku. Ga ada penghargaan sedikit pun dari mereka. Sungguh mereka buta dan tuli mata hatinya. Mereka hanya silau dengan kehebatan orang lain "wahhh... hebat anaknya Bulikku coas dapet istri dokter..." "wahhh... Bulik dan Paklikku pinter2 anak2nya juga cerdas2, kuliah di Kedokteran, Farmasi, dll. yg jurusannya butuh kecerdasan tingkat tinggi...", "wah... bulik yg itu hebat ya cuma sekali ngelamar PNS langsung lolos, tanpa uang pelicin pula..." dan "wahhh... wahhh... wahhh... yg lain..."

Dasar ortu ga bersyukur. Ga menerima anak dengan apa adanya, adanya kurang mulu, nuntut mulu, ini salah, itu salah, kurang bener, kurang baik, selalu kurang !!! Seharusnya mereka sangat bersyukur anak2nya ga ada yg putus sekolah atau jadi maling, preman, copet, jambret, atau make narkoba atau menjalani kehidupan malam atau melakoni seks bebas atau jadi buronan polisi atas tindakan kriminal lain semisal pembunuhan, dsb. Tutup mata terhadap parahnya kondisi keluarga ini [klo masih bisa disebut keluarga].

Mereka cuma bisa menuntut tapi ga mau memberi contoh dan teladan yg baik, adanya koq perbuatan dan sikap buruk, kata2 kasar, ketus, bentak2, dan teriak2 yg familiar di rumahku. Ma2 menuntut dan memaksa anak2nya ngomong bahasa Jawa Kromo tanpa melihat kepada dirinya sendiri apakah dirinya sudah cukup pantas untuk dihormarti anak2nya secara tulus tanpa paksaan dan dengan kesadaran anak2nya sendiri ?? Jawabannya BELUM. Ma2 juga menuntut anak2nya ga pelit berucap kata "Terima Kasih" tapi giliran ortu mesti mengucap kata itu, tidak terlontar suara mereka mengucapkan kata "Terima Kasih" itu.

Pa2 juga merecoki anak2nya dengan menyuruh anak2nya rutin mendengarkan pengajian MTA di radio atau sukur2 ikut jadi anggota MTA tanpa berkaca kepada dirinya sendiri sudah cukup pantaskah dia menjadi kepala keluarga yg baik, suami yg bisa ngemong istrinya, ayah yg bisa memberi rasa aman bagi anak2nya ?? Jawabannya juga BELUM.

Nah, ucapan "Terima Kasih" memang cuma terdiri dari 2 kata, 11 huruf, 5 suku kata, tapi koq sulit sekali mereka mengucapkannya secara wajar, padahal mereka menuntut seperti itu. Please dehhh... gimana keluarga ini akan menuju ke arah kebaikan dan kemajuan moral klo ortunya aja cuma bisa menerapkan metode memaksa dan menuntut kepada anak2nya tanpa disertai dengan perbaikan sikap dan introspeksi diri ortu sendiri ??

Minggu, 15 Maret 2009

KLO GA PENGEN ANAKNYA PACARAN SEHARUSNYA ORANG TUA KONSEKUEN DONK....

Ini salah satu omongan pa2 yg bikin aq dan Mr. Berry tersindir dan terpojokkan. Kemarin Sabtu qta niliki pa2 ke Solo, pa2 getol bgt ceramah macem2 tentang ajarannya MTA. Memang benar ajarannya berdasarkan Al-Qur'an dan hadits tapi koq kenapa pa2 cuma bisa ngomong doank, prakteknya NOL besar ! Salah satu kalimat pa2 berbunyi demikian "...di dalam Islam itu ga ada yg namanya pacaran, klo orang tuanya tau anaknya pacaran langsung dinikahkan, supaya ga terjadi hal2 yg diinginkan [eh salah... ralat ... hal2 yg tak dinginkan], jadi di sini pemuda pemudi yg pacaran langsung dinikahkan biar ga terjadi zina, dsb. yg melanggar aturan Islam...".

Oke, well... aq juga tau aturan itu, tapi tau ga sih niat awal aq mau sama Mr. Berry karena AQ HAUS KASIH SAYANG ORANG TUA, jadi aq semacam mencari kasih sayang di luar, mencari pelarian, mencari orang yg mau dan bisa melindungi aq, memberi rasa aman buatku, dan kasih sayang yg tulus itu kudapat dari Mr. Berry yg dari dulu awal2 menjalin kasih sampai sekarang kasih sayangnya ga berkurang, malah semakin bertambah.

Sedangkan hubunganku dengan ortu garing, datar, kaku, dan sangat satu arah, ortu terlalu banyak melarang dan menuntut macam2 tanpa mau berkaca pada diri mereka sendiri, tanpa mereka mau mengoreksi diri / introspeksi kenapa keluarga ini jadi begini. Ga ada komunikasi dari hati ke hati, klo aq ngomong ga pernah didengarkan, yg ada cuma dibantah dan diceramahi panjang lebar, aq ga pernah dilibatkan dalam pembicaraan keluarga karena aq selalu dianggap cuma anak kecil yg ga tau apa2 dan ga perlu tau masalah2 keluarga. Ortu malah lebih percaya dan terbuka sama anggota keluarga yg lain. Dari situ gimana aq ga menganggap ortuku itu ga menyenangkan ??

Tentang omongan pa2 tadi yg menyindir soal pacaran, klo memang pa2 ga pengen aq & Mr. Berry pacaran terlalu lama kenapa pa2 ga menikahkan qta saja ?? Toh umur qta sudah cukup untuk menikah, walaupun kerja belum mapan, tapi itu seharusnya bukan penghalang klo pa2 memang bertekad kuat melakukan apapun demi kebaikan anaknya [klo memang sayang] dan demi menegakkan kebenaran agama dalam keluarga ini. Kenapa pa2 ga tanya perasaanku ?? Kenapa mereka ga mau ngerti ?? Kenapa mereka cuma bisa cuap2 doank tanpa ada tindakan nyata ?? Kenapa... kenapa... dan kenapa ???

GARING DAN GA ENAK PLUS KIKUK

Kemarin Sabtu 14 Maret, aq dan Mr. Berry berniat bertandang ke Solo, kota tempat tinggal pa2 selama berobat di RS Dr. Moewardi Solo. Qta merencanakan ini serba mendadak loh... Rencana awal mo nengok Minggu aja coz klo Minggu kan bisa berangkat dari Jogja pagi. Tapi ternyata setelah dipikir2 lagi klo Minggu malah sulit coz ndadak tukeran shift, ribet lah dan waktunya mepet pasti keburu2, di jalan pasti ga tenang karena rencananya qta mo tukeran shiftnya di tengah2 jam, bukan di pergantian jam, jadi agak ribet dan tambahan lagi walaupun aq dah 2x ke Solo tapi yg namanya diriku ga pandai mencermati jalan baru, jadi takut kesasar lama malah merepotkan OP lain. Ya sudah atas kesepakatanku dengan Mr. Berry jadilah qta ke Solo hari Sabtu kemaren.

Sepulang dari warnet jam 12 truz beli oleh2 susu bubuk buat pa2 yg udah sakitnya pantangannya amat sangat banyak sekali [mungkin malah bisa hampir semua makanan itu pantangan, kecuali buah dan sayur tertentu], nah sekarang selama radiasi malah cuma bisa makan bubur ato jus buah alpukat dan minum susu, coz radiasinya di wilayah leher, pipi, dan sebagian dada atas jadi lehernya kena sariawan akibat efek radiasi. Truz setelah minta pertimbangan Budeku Temanggung, menyarankan oleh2nya pisang kepok atau jeruk manis, lha wong aq tanya ma2 mo oleh2 apa malah ga dijawab >,<

Setelah siap semuanya, perut qta dah diisi, bensin full dan oleh2 sudah siap, qta berangkat naik motor VegaR barunya Bang Berry. Berangkat dari Jogja jam 1.20 siang, sampai kota Solonya sih kira2 jam 3an sore, tapi karena ndadak pke muter2 karena ga hapal jalan menuju TKP, jadilah qta muterin kota Solo, sampai tahu Solo dari berbagai sudut [hiperbolis booo....]. Qta lewat Alun2 Solo, lewat gedung Majelis Tafsir Al-Qur'an yg baru, lewat asramanya, SMAnya, ketemu Solo Square juga, trz sama mall yg lagi mo dibangun. Capek sih muter2, padahal aq cuma bonceng, tapi aq kan tegang mikir ini mana jalannya koq ga nongol2 sih tempat yg dituju.

Akhirnya setelah tanya sana tanya sini, tanya polisi, tukang becak dan penjual di warung2 muncul juga tuh si TPA MTA tempat ma2 pa2 nginep sementara selama pa2 berobat di Solo. Fyuuuhhh.... *lega*

Nyampe TKP jam 4an, jadi muter2nya ada klo 1jam-an. Hehehe.... Nyampe sana cuma ada pa2, ma2 lagi ke warung dan ga lama ma2 dateng. Ada rasa takut dan kikuk plus sepi menyerangku karena aq sudah merasa bakalan garing dan obrolannya ga mengalir flow gitu. Cuma ber-4 !! Ngobrol2 seputar yg standar2 aja, berangkat jam berapa, ngomongin pengobatannya pa2, Mr. Berry ngomongin kerjaannya, dan yg paling gencar pa2 tu mempromosikan MTA, pengajian yg lagi diikuti pa2. Bla...bla...bla....

Garing, kikuk, dan ga enak bgt, aq jadi ga betah dan ga nyaman berlama2 di sana. Sempat dikasih makan juga coz mereka kan cuma ber-2 dan pa2 ga makan nasi, sayur dan lauk yg disediakan oleh orang MTA karena sakitnya pa2 hanya memungkinkan pa2 makan dan minum yg halus2 saja.

Jam 5, 5.30 daripada kelamaan ga tau mo ngomong apa lagi, akhirnya Mr. Berry memutuskan untuk pamit pulang dengan alasan mo ada acara di kampungnya, padahal sebenernya ga ada acara apa2. Ya sudah qta pulang dari sana jam 5.30an, nyampe Jogja jam 7an. Lumayan cepet, Mr. Berry ngebut. Aq cuma komat kamit berdoa sepanjang perjalanan. Alhamdulillah selamat sampai di rumah lagi.

KETEMU ORTU KOQ MALAH DICERAMAHI ??

Ini cerita sebenernya udah agak lama... yah kira2 1 minggu yg lalu. Tepatnya hari Sabtu itu aq ke Solo bareng sama 2 adek dan sodara sepupuku. Sepanjang pengetahuanku yg namanya ketemu orang tua kan ngobrol yg hangat2 gitu, akrab, pokoknya ngobrolin hal2 yg menyenangkan... ya kan ?? Eh... tapi ini gak, ketemu ortu koq cuma mau diceramahi. Bikin suasana tegang mulu. Masih untung aq ke sana ada Bude Ngawi dan putranya jadi suasana ga garing dan kaku2 amat. Duuuhh.... ga bisa bayangin deh klo aq ke sana cuma sama adek2 dan di sana ga ada sapa2 [anggota keluarga besar yg lain], cuma ber-lima suasana bakal garing dan kaku bgt, dingin kaya' klo di rumah gitu. Ga hangat dan ga harmonis. Adanya cuma omongan satu arah yg mengalir lancar dari ortu, tanpa anak diberi kesempatan mengeluarkan uneg2nya, ato curhat2an gitu. Mending ini obrolan wajar dan biasa seputar kabar masing2, nah ini yg diomongin cuma topik garing seputar ceramah agama, yg mengajarkan anak harus berbakti sama ortu, antar sodara kandung harus rukun, saling bantu, peduli, dan klo mau apa2 lancar harus melakukan hal2 seperti itu, dilarang pelit, harus saling menyayangi, dll. dsb. etc. (-_-) capek dehhhh....

Aq ga menyangkal hal2 baik yg dikatakan ortu itu memang bener dan memang semestinya diterapkan. Tapi aq ga suka cara mereka mengatakan hal2 tsb dengan nada menggurui, bukan dengan cara komunikasi 2 arah, bukan dengan mau mengerti keadaan dan perasaan masing2 anaknya, mereka gak mau tau gimana caranya pokoknya harus diterapkan. Mereka cuma ngomong doank, ga kasih contoh atawa teladan rukun itu gimana, menumbuhkan rasa "saling" itu gimana, dsb. Lha wong 2 orang [i mean 2 orang itu adalah orang yg disebut pa2 ma2] itu ga rukun koq mau nyuruh anak2nya rukun dan "saling" macem2 td dengan tanpa contoh alias teladan. Harusnya klo mereka merasa anak2nya pada cuek2an, diem2an, ga rukun, sudah menjadi kewajiban ortu untuk ikut andil dalam mendamaikan anak2nya, kerja sama menciptakan keluarga yg rukun, bukan cuma modal ceramah doank. Klo cuma ceramah mah para calon da'i cilik yg ikut audisi Pildacil di TV juga bisa ceramah dengan lantang disertai dalil2 agama yg akurat, ya gak ???

Selasa, 10 Maret 2009

1 JAM DI PRAMEKS, 5 MENIT DI TRANS JOGJA

Kemaren Sabtu 07 Maret, aq, 2 adek dan ma2 ditemani sodara sepupuku jadilah berangkat ke Solo dalam rangka niliki pa2 yg masih intens berobat. Qta berangkat dari rumah siang2an sampai Solo sore. Aq bukan mau membahas gimana2nya situasi dan kondisi selama di Solo. Kali ini aq mau cerita tentang perjalanan aq balik ke Jogja naik prameks. Sendiri looohhh.... coz adek2 kan hari Senin tgl 9 pada libur, sedangkan aq ga bisa libur. Jadilah aq Minggu pulang duluan.


Baru pertama kali ini aq benar2 pergi dalam jarak jauh sendiri. Awalnya aq rada2 takut juga [waspada] coz kendaraan umum kan banyak orang2 ga jelas, ga kenal dan pengamen bisa jadi pencopet. Tapi untunglah ada kereta khusus Jogja - Solo bernama Prameks, yg ga ada pengamen, yah... paling tidak ga ada penumpang tak diundang alias penumpang tanpa tiket atawa pengamen dan pencopet, jadi relatif lebih aman dibanding naik bus ekonomi yg sesak, penuh, berisik dan banyak penumpang tanpa karcis itu tadi.

Hanya dengan 7 ribu rupiah saja aq bisa nyampe Jogja lagi. Aq duduk di sebelah bapak2 tua, habis tempat duduk lain udah pada penuh semua, coz ternyata kereta Prameks yg aq tumpangi itu seharusnya berangkat jam 11.35 tapi molor sejam jadi baru berangkat jam 12.30.

Dalam perjalanan naik Prameks itu ternyata udah disediain makanan dan minuman [beli lohhh yaaa...] oleh mbak2 petugas keretanya jadi otomatis ga ada penjual makanan & minuman sembarangan seperti di bus2 ato kereta2 ekonomi.

Merasakan perjalanan naik kereta enak juga, bikin ngantuk. Padahal klo aq liat kereta lain yg melintas larinya kenceng bgt, serasa ngebut, tapi setelah aq merasakan naik di dalam kereta malah ga kerasa klo larinya kenceng, seperti naik becak, pelan2 dan jadi ngantuk.

Ga kerasa dah nyampe tempat tujuanku, Stasiun Maguwo. Turun dari kereta langsung ketemu halte bus Trans Jogja. Niatnya sih supaya ga perlu naik angkutan lagi aq pengen dijemput Mr. Berry aja setelah turun dari kereta, tapi ternyata ampe Stasiun Maguwo aq ga nemu jalan keluarnya yg kata ma2 nembus ke Kantor Pos dekat Bandara Adisucipto, yg kutemuin cuma halte bus Trans Jogja, jadilah aq naik Trans Jogja untuk yg pertama kalinya pula.


Bayar 3 ribu rupiah naiknya cuma 5 menit doank. Enak sih... adem ber-AC, kontras bgt sama kondisi udara di dalam Prameks tadi yg puanasnyaaaaa... minta ampyuuunn... ga ada hawa masuk ke dalam kereta, padahal jendela atas dibuka looohhh...

Gerahnya serasa mandi pke air keringat sendiri [hiiiyy... jijik mode on]. Akhirnya aq minta dijemputnya ga jadi di Kantor Pos dekat Bandara Adisucipto tapi di halte bus Trans Jogja depan Kantor Disnakertrans.

Pengalaman pertama naik kendaraan umum sendiri nan sangat singkat. :>

gambar Prameks aq pinjam dari sini dan halte Trans Jogjanya dari sini

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP